image

Di Jepang, setiap tanggal 7 bulan 7 (7 Juli) diadakan Festival Tanabata (七夕), Festival Tanabata berasal dari daratan Cina. Tanabata diperkenalkan ke Jepang pada periode Nara (710-784). Biasanya, saat perayaan Tanabata , tempat- tempat umum di Jepang akan tampak ramai berhiaskan pohon sasaki yang kudus melambangkan kemurnian (hati). Selain itu, ada berbagai dekorasi bergelantungan di langit-langit rumah, masing-masing dengan berbagai arti dan tujuan yang turut meramaikan perayaan pertemuan itu. Beberapa hiasan itu antara lain washi (kertas aneka warna berbentuk ulir melambangkan benang yang akan digunakan oleh Orihime), senbatsuru atau krans bangau (krans yang terbuat dari origami berbentuk lipatan bangau yang merupakan lambang pengharapan keselamatan dan kesehatan untuk seluruh keluarga). Krans juga melambangkan kehidupan 1.000 tahun. Lalu ada juga tanzaku , berupa potongan kecil kertas persegi bertulisan berbagai harapan sang penulis untuk kemajuannya di bidang pengetahuan dan bertambahnya kemahiran mereka melukis kaligrafi huruf Jepang. Kamigoromo, yakni kimono kertas yang melambangkan wujud manusia agar dijauhkan dari penyakit dan malapetaka. Kuzukago atau kantong tempat sampah, yang melambagkan kebersihan dan juga dibutuhkan masyarakat yang beradab, dantoami, semacam jaring ikan yang terbuat dari potongan kertas melambangkan panen. Merupakan metafora harapan dari para nelayan dan petani agar usaha mereka berhasil.

Selain itu juga dekorasi cabang- cabang bambu. Di akhir hari Tanabata, cabang-cabang bambu itu dilempar ke sebuah sungai yang bermakna membuang kesialan. Di seantero Jepang, Festival Tanabata berkembang menjadi atraksi yang sangat diminati turis.

Festival Tanabata di Jepang

image