Latest Entries »

Bros Hijab Cantik

Yang berminat silakan sms/wa ke 085766075954

Bros A001 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

Bros A001 Harga satuan Rp. 10.000,-/ pcs Grosir Rp. 100.000,-/ lusin

Bros A002 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

Bros A003 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

Bros A003 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

 

Bros A004 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

Bros A004 Harga satuan Rp. 15.000,-/ pcs Grosir Rp. 150.000,-/ lusin

Tempat Pensil Simple

Sebenarnya saya ga pintar menjahit, tapi kemaren nyoba bikin tempat pensil dari kain dan hasilnya begini

image

Menurut saya yang masih pemula hasilnya lumayan lah ^^v. Saya bikin dari kain baju bekas yang ga dipakai lagi. Bagian luar pakai kain tanpa motif dan yang dalamnya pakai kain motif kembang. Ditambah dengan pita dengan warna senada dan jadilah tempat pensil bikinan saya. Ini penampakan bagian dalamnya

image

image

Di Jepang, setiap tanggal 7 bulan 7 (7 Juli) diadakan Festival Tanabata (七夕), Festival Tanabata berasal dari daratan Cina. Tanabata diperkenalkan ke Jepang pada periode Nara (710-784). Biasanya, saat perayaan Tanabata , tempat- tempat umum di Jepang akan tampak ramai berhiaskan pohon sasaki yang kudus melambangkan kemurnian (hati). Selain itu, ada berbagai dekorasi bergelantungan di langit-langit rumah, masing-masing dengan berbagai arti dan tujuan yang turut meramaikan perayaan pertemuan itu. Beberapa hiasan itu antara lain washi (kertas aneka warna berbentuk ulir melambangkan benang yang akan digunakan oleh Orihime), senbatsuru atau krans bangau (krans yang terbuat dari origami berbentuk lipatan bangau yang merupakan lambang pengharapan keselamatan dan kesehatan untuk seluruh keluarga). Krans juga melambangkan kehidupan 1.000 tahun. Lalu ada juga tanzaku , berupa potongan kecil kertas persegi bertulisan berbagai harapan sang penulis untuk kemajuannya di bidang pengetahuan dan bertambahnya kemahiran mereka melukis kaligrafi huruf Jepang. Kamigoromo, yakni kimono kertas yang melambangkan wujud manusia agar dijauhkan dari penyakit dan malapetaka. Kuzukago atau kantong tempat sampah, yang melambagkan kebersihan dan juga dibutuhkan masyarakat yang beradab, dantoami, semacam jaring ikan yang terbuat dari potongan kertas melambangkan panen. Merupakan metafora harapan dari para nelayan dan petani agar usaha mereka berhasil.

Selain itu juga dekorasi cabang- cabang bambu. Di akhir hari Tanabata, cabang-cabang bambu itu dilempar ke sebuah sungai yang bermakna membuang kesialan. Di seantero Jepang, Festival Tanabata berkembang menjadi atraksi yang sangat diminati turis.

Festival Tanabata di Jepang

image

Seijin Shiki

image

Seijin Shiki adalah upacara yang diadakan untuk orang Jepang yg sudah memasuki usia dewasa secara hukum, yaitu usia 20 tahun. Orang Jepang yang telah menginjak usia 20 tahun telah dianggap dewasa secara hukum. Pada usia 20 tahun mereka diizinkan merokok, minum minuman keras dan berhak ikut dalam pemilihan umum. Bahkan mereka juga diizinkan menikah tanpa persetujuan orang tua. Dan jika mereka melakukan perkara kriminal, nama asli mereka boleh diumumkan secara resmi di depan publik. Dapat dikatakan, usia 20 tahun merupakan masa perubahan yang perubahan yang besar bagi orang Jepang.

Seijin shiki diadakan pada hari senin minggu kedua bulan Januari. hari ini merupakan libur nasinal di Jepang. Menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō), hari libur ini dimaksudkan untuk “merayakan generasi muda yang bisa hidup mandiri, dan menyadari telah menjadi dewasa.”

Biasanya acara ini diselenggarakan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau aula serbaguna milik pemerintah lokal. Acara dimeriahkan dengan pidato , penerimaan cendera mata , jamuan makan, dan foto bersama dengan pejabat lokal. Setelah itu mereka akan bersembahyang di kuil. Umumnya setiap kuil mempunyai ritual tersendiri dalam upacara Seijin no Hi. Ritual ini di maksudkan agar anak muda Jepang menjadi dewasa dan jadi lebih sabar serta mampu mengendalikan diri dalam menghadapi tantangan hidup.

Para peserta seijin shiki yang laki-laki akan memakai setelan jas ala barat dan yang cewek memakai furisode. Furisode adalah kimono yang memiliki lengan yang panjang dan menjuntai ke bawah. Sebagai aksennya mereka juga mengenakan stola yang terbuat dari semacam bulu-bulu putih.

KOTO

image

Koto adalah salah satu alat musik istana pada zaman dahulu. Koto biasanya dimainkan secara tunggal tanpa iringan dari alat musik lainnya. Badan koto terbuat dari kiri atau kayu paulownia. Bagian dalam kayu itu dilubangi. Koto memiliki 13 dawai. Antara dawai dan badan koto terdapat penyangga yang dinamakan ji. Untuk mengatur nada dapat dilakukan dengan menggeser ji.

Sejak zaman dahulu hingga sekarang orang Jepang sering mengibaratkan koto sebagai ryu atau naga. Sehingga bagian – bagian alat musik ini juga dinamakan sesuai dengan anggota tubuh naga, yaitu; Ryukaku (tanduk naga), Ryukou (mulut naga), dan Ryubi (ekor naga

Koto biasanya dimainkan pada saat ada festival atau matsuri di jepang. Masyarakat Jepang tidak melupakan alat musik ini sampai sekarang karena alat musik tradisional ini sudah melekat pada masyarakat sejak ratusan tahun.

SHAMISEN

image

Shamisen adalah alat musik petik yang terdiri dari tiga dawai. Shamisen terbuat dari koboku yaitu sejenis kayu yang sangat keras yang berasal dari India Selatan. Dawainya terbuat dari sutra. Tetapi sekarang sudah banyak yang menggunakan senar biasa sebagai pengganti sutra yang digunakan sebagai dawai pada shamisen. Bagian depan dan belakang shamisen dilapisi kulit hewan yang berfungsi memperkeras suara shamisen. Kulit pelapis shamisen adalah kulit bagian perut kucing betina yang belum pernah kawin. Sedangkan shamisen kualitas biasa dibuat dari kulit bagian punggung dari anjing.

Shamisen tidak seperti koto yang berawal sebagai alat musik istana,yang dimainkan oleh kalangan elit, Dari awal shamisen berkembang sebagai alat musik di antara kalangan rakyat biasa.

KOTO

image

Koto adalah salah satu alat musik istana pada zaman dahulu. Koto biasanya dimainkan secara tunggal tanpa iringan dari alat musik lainnya. Badan koto terbuat dari “kiri” atau kayu paulownia. Bagian dalam kayu itu dilubangi. Koto memiliki 13 dawai. Antara dawai dan badan koto terdapat penyangga yang dinamakan “ji”. Untuk mengatur nada dapat dilakukan dengan menggeser “ji”. Sejak zaman dahulu hingga sekarang orang Jepang sering mengibaratkan koto sebagai ryu atau naga. Sehingga bagian – bagian alat musik ini juga dinamakan sesuai dengan anggota tubuh naga, yaitu; “Ryukaku” (tanduk naga), “Ryukou” (mulut naga), dan “Ryubi” (ekor naga) Koto biasanya dimainkan pada saat ada festival atau matsuri di Jepang. Masyarakat Jepang tidak melupakan alat musik ini sampai sekarang karena alat musik tradisional ini sudah melekat pada masyarakat sejak ratusan tahun.

SHAMISEN

image

Shamisen adalah alat musik petik yang terdiri dari tiga dawai. Shamisen terbuat dari koboku yaitu sejenis kayu yang sangat keras yang berasal dari India Selatan. Dawainya terbuat dari sutra. Tetapi sekarang sudah banyak yang menggunakan senar biasa sebagai pengganti sutra yang digunakan sebagai dawai pada shamisen. Bagian depan dan belakang shamisen dilapisi kulit hewan yang berfungsi memperkeras suara shamisen. Kulit pelapis shamisen adalah kulit bagian perut kucing betina yang belum pernah kawin. Sedangkan shamisen kualitas biasa dibuat dari kulit bagian punggung dari anjing. Shamisen tidak seperti koto yang berawal sebagai alat musik istana,yang dimainkan oleh kalangan elit. Dari awal shamisen berkembang sebagai alat musik di antara kalangan rakyat biasa.

Pada tanggal 3 Februari, hari
sebelum musim dingin berubah menjadi musim semi, upacara
Setsubun dilakukan untuk mengusir pengaruh yang merusak keberuntungan atau membawa kesialan ke dalam rumah. Di rumah-rumah kebiasaannya adalah dengan menyebar kacang panggang sambil berteriak, “Oni wa soto, fuku wa uchi!” (“Iblis keluar, keuntungan masuk!”). Kebiasaan ini disebut mame-maki Bintang-bintang media ternama dan para atlit diundang ke beberapa tempat suci dan kuil terkenal untuk melakukan mame-maki, membawa kegembiraan tambahan untuk masyarakat.

selain itu ketika perayaan setsubun ini masyarakat jepang juga memakan eho-maki (sushi roll yang panjang). Mereka harus memakan sushi roll tersebut secara keseluruhan tanpa henti dengan menghadap ke arah dewa keberuntungan Tokutoshijin. Orang-orang tidak diizinkan untuk berbicara sampai mereka telah selesai memakan semua Eho-maki mereka.

Biasanya eho-maki memiliki tujuh bahan berbeda termasuk kampyo, shiitake, belut dan telur, yang berdasarkan atas tujuh dewa keberuntungan (七 福神). Karena itu pula angka tujuh dianggap sebagai angka yang paling beruntung di Jepang.

Chibi Maruko Chan