KOTO

image

Koto adalah salah satu alat musik istana pada zaman dahulu. Koto biasanya dimainkan secara tunggal tanpa iringan dari alat musik lainnya. Badan koto terbuat dari “kiri” atau kayu paulownia. Bagian dalam kayu itu dilubangi. Koto memiliki 13 dawai. Antara dawai dan badan koto terdapat penyangga yang dinamakan “ji”. Untuk mengatur nada dapat dilakukan dengan menggeser “ji”. Sejak zaman dahulu hingga sekarang orang Jepang sering mengibaratkan koto sebagai ryu atau naga. Sehingga bagian – bagian alat musik ini juga dinamakan sesuai dengan anggota tubuh naga, yaitu; “Ryukaku” (tanduk naga), “Ryukou” (mulut naga), dan “Ryubi” (ekor naga) Koto biasanya dimainkan pada saat ada festival atau matsuri di Jepang. Masyarakat Jepang tidak melupakan alat musik ini sampai sekarang karena alat musik tradisional ini sudah melekat pada masyarakat sejak ratusan tahun.

SHAMISEN

image

Shamisen adalah alat musik petik yang terdiri dari tiga dawai. Shamisen terbuat dari koboku yaitu sejenis kayu yang sangat keras yang berasal dari India Selatan. Dawainya terbuat dari sutra. Tetapi sekarang sudah banyak yang menggunakan senar biasa sebagai pengganti sutra yang digunakan sebagai dawai pada shamisen. Bagian depan dan belakang shamisen dilapisi kulit hewan yang berfungsi memperkeras suara shamisen. Kulit pelapis shamisen adalah kulit bagian perut kucing betina yang belum pernah kawin. Sedangkan shamisen kualitas biasa dibuat dari kulit bagian punggung dari anjing. Shamisen tidak seperti koto yang berawal sebagai alat musik istana,yang dimainkan oleh kalangan elit. Dari awal shamisen berkembang sebagai alat musik di antara kalangan rakyat biasa.

About these ads